English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Translet by Kristianto, SN

Senin, 02 Juli 2012

TUHAN, MAAFKAN AKU MENINGGALKAN SHOLAT


Oleh: Kristianto S.N

Isya, Subuh, Zhuhur, Ashar, dan Magrib sangat tak asing ketika kata-kata tersebut terdengar maupun terlihat disetiap rutinitas keseharianku. Entah mengapa, didalam agama yang orang tua titipkan padaku, pembagian empat waktu dalam sehari menurut islam itu dijadikan suatu momentum untuk lebih mendekatkan diri atau menyembah kepada Zat Yang Maha Kuasa. Ya, sholat biasa orang-orang menyebutnya. Aku masih ingat betul ketika aku masih kecil diajari bagaimana tata cara mengerjakan sholat oleh guru TPA waktu itu. Mulai dari berwudhu, gerakan, sampai kepada lafadz dan surat-surat pendek yang harus dilantunkan ketika mengerjakan salah satu kewajiban mutlak di dalam ajaran agama Islam. Bahkan sampai saaat ini, aku masih hafal betul bagaimana tata cara melakukan ritual tersebut. Karena dahulu aku selalu melakukannya sebanyak 17 rakaat dalam 1 hari.

Namun sayangnya, semenjak aku menjadi dewasa dan berfikir bahwa saat ini aku sudah tidak dapat dipaksakan lagi untuk mengerjakan sholat oleh orang tuaku, aku jadi tidak pernah melakukan sholat lagi sebanyak 17 rakaat dalam 1 hari. Pertama-tama masih bolong-bolong, lama kelamaan ketagihan dan menjadi kebiasaan untuk tidak mengerjakan sholat sekalipun dalam sehari. Sebenarnya dihati kecilku bertanya-tanya, ada apa dengan diriku saat ini? Perubahan kian hari bukan semakin bertambah baik, malah semakin bertambah buruk bahkan sangat mengecewakan. Jujur aku berfikir apakah aku masih dianggap sebagai orang yang memeluk keyakinan Islam? Ataukah aku harus pindah agama karena perintah terpenting dalam suatu agama itupun tidak pernah aku jalankan?.

Kembali aku membuka rasionalitas pemikiran di intuisiku yang terdalam bahwa sebenarnya untuk apa aku melakukan sholat?, apakah agar aku dipandang orang lain karena aku masih menjalankan perintah-perintah agama?, untuk masuk surga−kah yang sampai saat ini saja kita tak tau apakah surga itu ada ataupun tiada?, atau agar mendapatkan pahala dari Allah yang sampai saat ini kita tidak pernah tahu berapa banyak pahala yang kita miliki dari perbuatan-perbuatan baik yang pernah kita lakukan sebelumnya? Apa manfaat langsungnya untuk ku?!. Tidak ada, ucap salah satu pemikiran jahatku. Toh ternyata, orang-orang yang rajin sholatnya−pun masih sering melakukan kejahatan, bahkan banyak yang mengatasnamakan agama untuk menindas sesama dan melakukan pemanfaatan uang masyarakat untuk kepentingan pribadi (korupsi). Jadi untuk apa kita sholat jikalau berakhir seperti itu juga..???
Benar apa yang dibilang bang Mohali Achmad pada saat memberikan materi dekonstruksi NDP disaat aku sedang mengikuti pelatihan di salah satu organisasi kemahasiswaan. Bahwa sholat itu ternyata hanya membuang-buang waktu saja, menyembah sesuatu yang sebenarnya kita tidak tahu yang kita sembah itu apa, dan melakukan gerakan serta bacaan-bacaan aneh yang sebenarnya banyak orang yang tidak tahu apa arti dari yang mereka lakukan itu!!. Bahkan bukan hanya itu saja, ternyata sholat saat ini sudah banyak dijadikan alasan bagi para karyawan untuk mengelak ketika terlambat masuk kantor pasca istirahat makan siang. Jadi buat apa kita melakukan hal yang percuma dan tidak efisien, lebih baik kita mengerjakan sesuatu yang lebih berguna sehingga kita dapat memetik hasilnya kelak. Begitulah kata-katanya yang sampai saat ini masih aku ingat dengan jelas, dan menusuk.

Sejenak aku terdoktrin dengan rasionalitas dan intuisi pemikiranku sendiri. Otak, hati, batin, fikiran, perbuatan, dan ucapan tidak dapat disingkronisasikan ketika aku memikirkan hal itu terus menerus. Rasanya aku ingin berteriak, “ya Allah ya Tuhan ku, jikalau kau memang ada, tolong berikan aku petunjuk dan mukzijat−Mu saat ini juga..!!!”. Lalu aku tidak hanya tinggal diam karena aku menyadari bahwa aku sudah sesat berfikir saat ini, dan dengan segera aku merapat ketempat meja belajarku yang sudah lama tak ku pakai, disitu aku mencari-cari dimana Al-Qur’an beserta terjemahannya yang pernah diberikan oleh almarhum Bapak ku. Subhanallah, ternyata kitab itu sudah lama tak pernah ku jamah sehingga disekelilingnya dihiasi oleh debu-debu yang melekat pada setiap sisi kitab itu. Ku bersihkan sedikit demi sedikit sehingga mulai terlihat tulisan “Al Qur’an dan Terjemahannya”. Sejenak ku peluk kitab itu karena aku menyesal telah menyia-nyiakannya selama ini, hatiku pun sedikit tenang karena aku sudah memegang “Rules of The Game” nya kehidupan di Dunia ini. Namun walaupun seperti itu, aku masih sedikit bingung darimana aku bisa menemukan apa yang aku resahkan selama ini tentang sholat, apa fungsinya, dan kenapa kita harus melakukannya.

Setelah ku mencari-cari selama beberapa jam, akhirnya ada satu ayat yang mana ayat ini dapat menyadarkan aku betapa pentingnya sholat bagi setiap manusia yang telah diciptakan Allah SWT. Ayat tersebut ku dapati di surat Huud ayat 11 yang berbunyi: “Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat” (11:114). Sungguh luar biasa ketika aku membaca ayat ini, walaupun waktu untuk shalat tidak keseluruhan dibahas pada ayat itu, akan tetapi ayat itu benar-benar menyatakan bahwa ternyata shalat itu dapat menghapuskan dosa dari perbuatan-perbuatan buruk yang selama ini kita lakukan dengan sengaja ataupun tidak. Selain itu, aku juga mencari ke referensi buku lainnya tentang sholat. Ternyata sholat itu tidak seremeh seperti apa yang aku duga sebelunya, beberapa keuntungan yang kita bisa dapatkan secara langsung antara lain: 1) Bahwa pada shalat berjamaah kita dapat memelihara silaturahmi kita dengan orang lain baik di lingkungan tempat kita tinggal maupun tempat kita bekerja. 2) Dengan berwudhu terlebih dahulu sebelum melakukan sholat, ternyata tubuh kita sebenarnya sudah membiasakan hidup bersih, bebas kuman serta bakteri, juga virus-virus yang menempel di tubuh kita disaat kita melakukan aktivitas sehari-hari. 3) Sebuah riset yang dilakukan oleh Medical Center yang ada di Amerika menyatakan hasil yang begitu mengejutkan tentang perbandingan orang yang suka sholat dengan yang tidak, hasil penelitian itu menyatakan bahwa sholat dapat memberikan kekuatan terhadap tingkat kekebalan tubuh orang-orang yang rajin melaksanakannya melawan berbagai penyakit, salah satunya penyakit kanker. Riset itu mengungkapkan, tubuh orang-orang yang shalat jarang mengandung persentase tidak normal dari protein imun Antarlokin dibanding orang-orang yang tidak shalat. Itu adalah protein yang terkait dengan beragam jenis penyakit menua. Para peneliti meyakini, ibadah dapat memperkuat tingkat kekebalan tubuh karena menyugesti seseorang untuk sabar, tahan terhadap berbagai cobaan dengan jiwa yang toleran dan ridha. Sekali pun cara kerja pengaruh hal ini masih belum begitu jelas bagi para ilmuan, akan tetapi cukup banyak bukti atas hal itu, yang sering disebut sebagai dominasi akal terhadap tubuh manusia.

Anehnya, para peneliti yang telah melakukan riset tersebut kebanyakan bukan dari umat muslim, dan mereka meyakini serta menerapkan kebanyakan dari apa yang dihasilkan dari penelitian mereka, yang padahal sebenarnya hal tersebut menjadi kewajiban umat muslim pada umumnya, bahkan banyak juga peneliti-peneliti senior disana yang beralih memeluk agama Islam karena begitu terkejutnya atas hasil penelitian yang mereka dapatkan. Hal tersebut menjadi pokok perhatianku ketika yang notabennya non muslim saja percaya, kenapa kita yang sebagai umat muslim tidak dapat percaya atau bahkan melakukan atas apa yang diwajibkan oleh agama. Memang cukup sulit untuk membentuk kebiasaan sholat di dalam kehidupan kita sehari-hari, namun kalau tidak kita biasakan sejak dini, kapan lagi kita akan mulai terbiasa? Padahal sudah jelas itu semua bermanfaat langsung bagi diri kita sendiri.

Jadi, tidak ada alasan lain lagi bagi diri kita untuk tidak melakukan sholat.

2 komentar:

Anonim mengatakan...

itu bukan sholat melainkan silat, bagaimana orang bisa khusuk berdoa jika terlalu banyak gerak

Unknown mengatakan...

itu bukan sholat melainkan silat, bagaimana orang bisa khusuk berdoa jika terlalu banyak gerak

Posting Komentar

Koment DonK... DiSini sih Bebas Bicara Ok... SOBAT

DIANJURKAN : Supaya Ke INDEX sama Google Gunakan Alamat Blog/Web Site Anda .

Mau SPAM : Kalo mau SPAM Ga papa... Tapi jangan cuma copypaste doank ya (pake kata2 dikit kee).

Oh Ya... Sekalian Di KLIK Iklannya Mungkin Bisa Bermanfaat Untuk Anda.

Attention Please : Ingat kebebasan ada di tangan kamu sendiri. Aku tidak memaksa kamu membaca postingan-postingan disini. Jadi jangan kirim KOMENTAR ngamuk-ngamuk OK.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by KD SOLUTION | Bloggerized by KSN - Premium Blogger Themes | Yakin Usaha Sampai