English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Translet by Kristianto, SN
Tampilkan postingan dengan label Love. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Love. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 September 2011

Silakan Kirimkan Kritik, Saran, Curhat, Dll Bagi Anda Yang Telah Mengunjungi Website Kami



Silahkan Kirimkan Kritik, Saran, Culhatan, dll.
Cuma Peraturannya Harus Sopan. OkOk?

Sekretariat HMI PAMULANG

   SEKRETARIAT
HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM
(The Association Of Islamic University Students)
KOMISARIAT PAMULANG 
CABANG CIPUTAT

Jln. Raya Siliwangi  Gg. Anggrek Rt 002/018 Pondok Benda, Pamulang
Tangerang Selatan, Banten (15416). Telp: 0838 7200 7558 / 0856 9664 2587

Selasa, 08 Februari 2011

Jatuh Cinta Berjuta Indahnya


Pernahkah Anda merasa sangat bahagia seperti di awang-awang saat jatuh cinta dengan seseorang? Atau merasa seperti ada kupu-kupu yang berterbangan di dalam perut dan dada ketika orang yang Anda sukai mengungkapkan kata cinta?
Semua orang pasti pernah merasakan jatuh cinta. Cinta mungkin sebuah misteri yang bisa datang secara tiba-tiba dan terkadang tidak sanggup bagi kita untuk mengontrolnya. Orang yang dimabuk cinta kerap kali terlihat tidak jauh beda dari orang dengan gangguan jiwa. Namun tahukah Anda ada bagian tubuh yang bertanggung jawab untuk menciptakan ketertarikan pada seseorang?
Menurut Domeena Renshaw dari Universitas Loyola, "ketika jatuh cinta, aliran darah ke pusat otak akan meningkat." Peningkatan aliran darah tersebut terjadi di bagian otak yang juga bertanggung jawab saat orang mengalami kecanduan obat.
Ketertarikan terhadap seseorang terjadi karena secara tidak sadar kita menyukai gen mereka. Bau tubuh seseorang juga memainkan peranan penting untuk menarik perhatian lawan jenis. Kita menyukai orang dengan penampilan dan bau yang hampir mirip dengan orang tua kita.
Menurut peneliti dari Universitas Rutgers di New Jersey, Helen Fisher, terdapat tiga fase dalam tubuh yang dapat menciptakan ketertarikan terhadap seseorang. 'Lust' adalah fase pertama di mana terdapat gairah seksual yang dimunculkan oleh hormon testosteron dan estrogen ketika melihat penampilan seseorang. Pria tidak memiliki hormon esterogen, sedangkan wanita memiliki hormon esterogen dan testosteron dalam jumlah kecil.
Kedua, fase 'attraction' di mana kita akan merasa tergila-gila oleh pasangan sehingga tidak dapat memikirkan hal lain. Pada fase ini, darah akan mengalir ke pusat otak dan mengatur rasa bahagia ketika kita merasakan hal yang luar biasa dari pasangan. Kelompok saraf penghantar seperti dopamine, adrenalin, norepinepherine, serotonin, yang biasa disebut monoamines juga memainkan peran penting.
Dopamine bertanggung jawab menciptakan perasaan bahagia dan bahkan sering membuat kita terlihat lebih cantik saat jatuh cinta. Dopamine juga mengakibatkan jantung berdetak tiga kali lebih cepat, mengalirkan darah lebih banyak ke daerah pipi dan organ seksual. Pengalihan aliran darah ini mengakibatkan perut terasa kosong sehingga seringkali saat kita jatuh cinta, kita merasakan kupu-kupu dalam perut kita.
Adrenalin dan norepinephrine bertanggung jawab dalam menciptakan debar-debar pada jantung, kegelisahan, dan kesenangan tiada tara saat merasakan cinta. Serotonin adalah zat yang membuat otak bekerja tidak jauh beda dari kerja otak orang dengan gangguan jiwa.
Ketika memasuki sebuah komitmen dalam hubungan percintaan, berarti orang tersebut memasuki fase di mana terjadi ikatan yang menjaga hubungan hingga bertahun-tahun. Pada fase ini, hormon oksitoksin dan vasopressin yang dilepaskan oleh sistem saraf ini berperan sangat penting.
Oksitoksin dilepaskan oleh kelenjar hypothalamus saat kelahiran dan juga membantu produksi ASI yang membuat adanya ikatan antara ibu dan anak. Namun dalam hal ini, hormon oksitoksin juga dilepaskan ketika dua orang dewasa mengalami orgasme saat berhubungan intim. Jadi, semakin sering pasangan melakukan hubungan intim maka akan semakin kuat ikatan yang terjalin. Vasopressin adalah hormon pengendali ikatan jangka panjang pada mamalia.
Hal ini menjelaskan bahwa cinta tidak hanya sekedar panah cupid yang menusuk hati kita, namun lebih karena peran otak, darah, hormon-hormon, dan zat kimia lain pada tubuh.
dikutip dari: VIVAnews

Sabtu, 04 Desember 2010

Cinta Dan Perkawinan

Satu hari, Plato bertanya pada gurunya, "Apa itu cinta? Bagaimana saya bisa menemukannya?"
Gurunya menjawab, "Ada ladang gandum yang luas didepan sana. Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting. Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta"
Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun.
Gurunya bertanya, "Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?"
Plato menjawab, "Aku hanya boleh membawa satu saja, dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik). Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut Saat kumelanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru kusadari bahwasanya ranting - ranting yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi, jadi tak kuambil sebatangpun pada akhirnya"
"Gurunya kemudian menjawab " Jadi ya itulah cinta"
Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya, "Apa itu perkawinan? Bagaimana saya bisa menemukannya?"
Gurunya pun menjawab "Ada hutan yang subur didepan sana. Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja. Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan"
Plato pun menjawab, "Sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong. Jadi dikesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk-buruk amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya kesini. Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya“
Gurunyapun kemudian menjawab, "Dan ya itulah perkawinan"
Cinta itu semakin dicari, maka semakin tidak ditemukan.
Cinta adanya di dalam lubuk hati, ketika dapat menahan keinginan dan harapan yang lebih.
Ketika pengharapan dan keinginan yang berlebih akan cinta, maka yang didapat adalah kehampaan... tiada sesuatupun yang didapat, dan tidak dapat dimundurkan kembali.
Waktu dan masa tidak dapat diputar mundur.
Terimalah cinta apa adanya.
Perkawinan adalah kelanjutan dari Cinta.  Adalah proses mendapatkan kesempatan, ketika kamu mencari yang terbaik diantara pilihan yang ada, maka akan mengurangi kesempatan untuk mendapatkannya.
Ketika kesempurnaan ingin kau dapatkan, maka sia - sialah waktumu dalam mendapatkan perkawinan itu, karena sebenarnya kesempurnaan itu hampa adanya.

Kristianto Kentunk De Co'x

Buat Lencana Anda

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by KD SOLUTION | Bloggerized by KSN - Premium Blogger Themes | Yakin Usaha Sampai