English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Translet by Kristianto, SN
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 September 2011

Silakan Kirimkan Kritik, Saran, Curhat, Dll Bagi Anda Yang Telah Mengunjungi Website Kami



Silahkan Kirimkan Kritik, Saran, Culhatan, dll.
Cuma Peraturannya Harus Sopan. OkOk?

Rabu, 17 Agustus 2011

Tips Sukses Menjadi Mahasiswa Baru

Saat memasuki awal perkuliahan, para mahasiswa baru kerap kaget karena asing dengan lingkungan serta metode pembelajaran yang jauh berbeda dibandingkan dengan pola pembelajaran di sekolah. Hal ini apabila dibiarkan terus akan menghambat proses adaptasi mahasiswa baru. Faktor lain yang menyebabkan kesulitan mahasiswa baru dalam beradaptasi dengan  adalah ketika mereka berhasil lolos seleksi di universitas favorit, para mahasiswa baru ini cenderung menilai bahwa perjuangannya telah selesai. Akhirnya, mereka terlena dan melupakan misi sesungguhnya, yaitu memperjelas visi utama untuk apa ia berkuliah. Akibatnya mereka cenderung menyepelekan perkuliahan, yang akan berakibat pada lama masa studinya di kampus. Lalu bagaimanakan kiat-kiat agar Anda sebagai mahasiswa baru bisa melalui proses demi proses dengan sukses sampai dengan lulus dan diterima kerja di perusahaan impian Anda?  Banyak hal yang bisa kita manfaatkan di masa kuliah yang begitu pendek tersebut. Berikut ini Tipsanda.com akan menguraikan 10 Tips bagaimana menjadi mahasiswa yang sukses:

1. Jadilah Mahasiswa Yang Proaktif. Para mahasiswa diajarkan untuk bertanggung jawab atas masa depan mereka. Inilah hal mendasar yang seringkali sulit untuk dikerjakan. Dengan kebiasaan ini, kedepannya mahasiswa baru tidak akan mengeluh dan tidak akan mudah menyerah ketika menghadapi dinamika perkuliahan yang sesungguhnya. Dampak dari kebiasaan yang pertama ini adalah menciptakan inisiatif, karena keadaan tidak bisa dipilih, maka mahasiswa dituntut untuk pandai menentukan keputusan. Proaktif sikap mahasiswa yang paling mudah diantaranya adalah datang kuliah tepat waktu, tidak menyepelekan mengerjakan tugas kuliah, mengajukan diri pada Dosen apabila diminta bantuan dan sebagainya. Sikap-sikap ini apabila dibiasakan mulai tahun-tahun pertama kuliah akan membuat mental Anda terbiasa dengan sikap proaktif. Bahkan akan berguna di dunia kerja kelak.

2. Perluas Network. Network adalah peluang. Semakin luas network yang Anda miliki maka semakin besar peluang Anda untuk mendapatkan kesuksesan. Untuk itu, sedari awal Anda masuk kampus, kenalilah lingkungan pergaulan Anda. Tak hanya teman-teman satu angkatan, namun juga kakak angkatan. Hubungan pertemanan yang baik dapat Anda pergunakan kelak ketika Anda besok telah lulus dan mulai mencari pekerjaan. Peran kakak angkatan bisa membantu Anda. Seperti halnya ikatan alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) dan ikatan alumni Universitas Gadjah Mada (UGM), yang terkenal memiliki ikatan kuat dalam hal saling bantu-membantu rekan-rekan sesame almamater.

3. Dekati Dosen. Dekat dengan dosen secara personal, akan banyak membantu kelancaran kuliah Anda. Mengingat metode penilaian Dosen terhadap mahasiswanya saat ini masih kuat unsur subyektifitasnya. Kedekatan Anda dengan dosen juga akan sangat berguna ketika Anda masuk masa-masa skripsi dan juga pasca kelulusan. Siapa tahu dengan kedekatan Anda tersebut, Anda langsung dapat tawaran untuk menjadi Asisten Dosen atau bergabung dalam proyek-proyek dosen Anda.

4. Biasakan ke Perpustakaan. Perpustakaan bagi sebagian mahasiswa tingkat awal merupakan tempat asing dan membosankan untuk dikunjungi. Mereka cenderung lebih memilih nongkrong bersama teman-temannya di café/kantin menunggu jadwal kuliah berikutnya, ketika saat jam kosong. Membiasakan diri mengunjungi perpustakaan, atau setidaknya hanya membaca buku-buku ‘ringan’ yang tidak berhubungan dengan mata pelajaran kuliah, akan membantu Anda terbiasa dengan lngkungan perpustakaan sehingga akan berguna kelak ketika Anda mulai mendapat tugas-tugas kuliah.

5. Asah Kemampuan Berorganisasi. Selain sisi akademik yang menjad focus Anda pada masa kuliah, sisi non akademis atau organisasi, juga akan membantu Anda mempertajam kemampuan Anda dalam bersosialisasi serta mengembangkan jiwa kepemimpinan Anda. Banyak orang-orang sukses yang ketika menjadi mahasiswa aktif berorganisasi, misalnya Akbar Tanjung, BJ. Habiebie, Alm. Nurcholis Majid (Cak Nur), Benyamin Davnie (Wakil Walikota Tangsel, di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Selain itu, beberapa HRD perusahaan juga member poin khusus bagi pelamar yang memiliki pengalaman organisasi di kampusnya. Mereka menilai bahwa pelamar akan lebih mudah beradaptasi di lingkungan perusahaan dan berpotensi untuk memimpin.

6. Pengembangan Diri. Masa perkuliahan memang masa-masa yang paling menyenangkan bagi remaja, namun sekaligus melenakan. Jadwal yang longgar, lingkungan teman yang luas kadang membuat mahasiswa baru, lupa terhadap waktu. Empat-Lima tahun masa perkuliahan sebenarnya merupakan waktu yang pendek. Anda harus dapat memaksimalkan waktu tersebut untuk pengembangan diri sebagai bekal Anda memperoleh pekerjaan yang Anda idamkan. Bekali Anda dengan kursus Bahasa (Inggris/Prancis/Mandarin), kursus computer (Desain graphis/AutoCAD/3DMax), sertifikasi kemampuan khusus (CCNA), dan sebagainya.

7. Sidejob. Mendekati pertengahan dan akhir masa kuliah, biasanya Anda akan memiliki jadwal perkuliahan yang semakin jarang. Banyak waktu luang disana. Pergunakan sebaik-baiknya waktu dengan kegiatan produktif, misalnya dengan mencoba pekerjaan sambilan atau paruh waktu di perusahaan tertentu (sidejob). Tidak perlu sebagai pegawai tetap, sebagai pegawai honorer pun bisa Anda coba jalani. Selain memberikan penghasilan, sidejob bisa Anda gunakan sebagai pengalaman kerja untuk batu loncatan Anda memperoleh pekerjaan yang tepat kelak ketika sudah lulus. HRD kadang terkesan dengan pelawar yang sudah ‘mencoba-coba’ bekerja di masa kuliahnya.

8. Coba Berwirausaha. Muara dari sebuah pendidikan adalah memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan keinginan. Bukan begitu? Namun bagaimana jika pekerjaan tak jua didapat? Wirausaha adalah solusinya. Untuk itu, alangkah baiknya jika Anda sudah memulainya sedari masih duduk di nagku kuliah, sehingga Anda seakan-akan mencuri start dalam mengasah kemampuan berwirausaha. Banyak mahasiswa yang sukses sebagai pengusaha, karena pada saat kuliah mereka sudah mencoba berwirausaha, seperti Adri Subono, dll.

9. Biasiswa Luar Negeri. Apabila Anda termasuk aktegori mahasiswa yang haus akan ilmu sekaligus wawasan dan pengalaman, Anda bisa mencoba mencari beasiswa luar negeri. Dengan memperoleh beasiswa luar negeri adalah manfaat ganda yang dapat Anda peroleh: 1) Ilmu Akademik, 2) Wawasan yang semakin luas, 3) Mengasah Kemampuan Bahasa Asing Anda. Keuntungan lain yang dapat Anda rasakan adalah Anda akan mendapat perhatian lebih dari HRD ketika Anda melawar di salah satu perusahaan swasta-asing di Indonesia. Biasanya mereka akan memprioritaskan pelamar yang memiliki kemampuan bahasa lain selain bahasa Indonesia, misalnya Perusahaan Minyak Total Elf, biasanya akan memprioritaskan pelamar yang memiliki kemampuan bahasa prancis sebagai salah satu pertimbangan penerimaannya.

10. Pacaran? Hm…yang satu ini memang ‘bumbunya’ masa perkuliahan. Selama Anda bisa mengatur waktu dengan baik, pacaran pada masa kuliah tidak ada salahnya. Selain bisa menjadi motivator, juga dapat mengasah kemampuan Anda dalam hal sosialisasi. Banyak cara yang bisa Anda lakukan agar dapat memiliki gandengan di kampus, diantaranya membuat pribadi Anda memiliki daya tarik. Kuncinya adalah bersikap dewasa, dan jangan terlalu alay. Hal ini bisa terjadi karena sebagai mahasiswa baru, Anda masuk dalam masa transisi antara dunia SMA dan Kampus. Jadi, tinggalkan prilaku-prilaku semasa SMA Anda, mengaculah pada prilaku kakak-kakak angkatan Anda (khususnya yang sudah memiliki pacar), pilihlah pakaian-pakaian yang bersih dan selalu wangi. Selain bidang akademis oke, bidang non-akademis juga oke, prestasi ini akan menjadikan Anda sebagai mahasiswa favorit di kampus Anda.

Senin, 16 Mei 2011

Hidup Bukanlah VCD Player

Cerita ini adalah “kisah nyata” yang pernah terjadi di Surabaya..


Seorang pria membawa pulang truk baru kebanggaannya, kemudian ia meninggalkan truk tersebut sejenak untuk melakukan kegiatan lain. Anak lelakinya yang berumur 3 tahun sangat gembira melihat ada truk baru, ia memukul-mukulkan palu ke truk baru tersebut. Akibatnya truk baru tersebut penyok dan catnya tergores. Pria tersebut berlari menghampiri anaknya dan memukulnya, memukul tangan anaknya dengan palu sebagai hukuman.

Setelah sang ayah tenang kembali, dia segera membawa anaknya ke rumah sakit. Walaupun dokter telah mencoba segala usaha untuk menyelamatkan jari- jari anak yang hancur tersebut, tetapi ia tetap gagal. Akhirnya dokter memutuskan untuk melakukan amputasi semua jari pada kedua tangan anak keci l tersebut.

Ketika anak kecil itu sadar dari operasi amputasi dan jarinya telah tidak ada dan dibungkus perban, dengan polos ia berkata, “Papa, aku minta maaf tentang trukmu.” Kemudian, ia bertanya, “tetapi kapan jari-jariku akan tumbuh kembali?” Ayahnya pulang ke rumah dan melakukan bunuh diri.

Renungkan cerita di atas!!

Berpikirlah dahulu sebelum kau kehilangan kesabaran kepada seseorang yang kau cintai. Truk dapat diperbaiki. Tulang yang hancur dan hati yang disakiti seringkali tidak dapat diperbaiki. Terlalu sering kita gagal untuk membedakan antara orang dan perbuatannya, kita seringkali lupa bahwa mengampuni lebih besar daripada membalas dendam.

Orang dapat berbuat salah. Tetapi, tindakan yang kita ambil dalam kemarahan akan menghantui kita selamanya.Tahan, tunda dan pikirkan sebelum mengambil tindakan. Mengampuni dan melupakan, mengasihi satu dengan lainnya. Ingatlah, jika kau menghakimi orang, kau tidak akan ada waktu untuk mencintainya waktu tidak dapat kembali....

Hidup bukanlah sebuah VCD PLAYER, yang dapat di backward dan Forward.........

HIDUP hanya ada tombol PLAY dan STOP saja....

Jangan sampai kita melakukan kesalahan yang dapat membayangi kehidupan kita kelak.........

Dan yang menjadi sebuah inti hidup adalah “HATI” …

Hati yang dihiasi belas kasih dan cinta kasih.....

CINTA KASIH merupakan nafas kehidupan kita yang sesungguhnya.........

Selasa, 07 Desember 2010

Jagalah Ketajaman Mu !!

        Pada suatu masa, seeorang penebang kayu yang perkasa melamar pekerjaan kepada pengusaha kayu gelondongan, dan ia langsung diterima. Ia mendapat gaji besar, dan tempat kerjanya pun menyenangkan. Karena itulah, penebang kayu itu bertekad untuk bekerja sebaik-baiknya.
Majikannya memberinya sebuah kampak, lalu memberi tahu tempatnya bekerja. Pada hari pertama, ia menebang 18 batang pohon.
“Bagus!” puji majikannya. “Teruslah bekerja seperti itu!”
Kata-kata sang majikan membuatnya tambah bersemangat. Hari berikutnya, ia berusaha bekerja lebih giat, tapi ia hanya bisa menebang 15 batang pohon. Pada hari ketiga, dengan bekerja lebih giat lagi, ia bahkan hanya bisa menebang 10 batang pohon. Hari-hari selanjutnya, hasil tebangannya malah semakin berkurang dan berkurang.
“Pasti kekuatanku telah hilang,” pikirnya. Ia kemudian menghadap majikannya untuk minta maaf, sambil mengatakan bahwa ia tidak mengerti apa yang terjadi pada dirinya.
“Kapan terakhir kali kamu mengasah kampakmu?” tanya majikannya.
“Mengasah kampak? Saya tidak punya waktu untuk mengasah kampak. Saya terus sibuk menebang pohon demi pohon.”
“Itulah masalahmu!” kata sang majikan.
Hidup kita pun seperti itu. Kita kadang begitu sibuk, sehingga tak ada waktu untuk mengasah kampak. Di zaman sekarang, setiap orang tampaknya bahkan lebih sibuk dari manusia zaman dulu, tapi juga menjadi kurang bahagia. Mengapa? Tidakah hal itu terjadi karena kita lupa “memelihara ketajaman”?
Tak ada salahnya bergiat dan kerja keras. Tapi Tuhan tidak menghendaki kita sebegitu sibuknya, sehingga melupakan hal-hal yang benar-benar penting dalam hidup ini; seperti berdoa (shalat), dan membaca.
Kita butuh istirahat, santai, berpikir, merenung, belajar, dan tumbuh (berkembang).
Bila kita tidak menyisihkan waktu untuk ‘mengasah kampak’, kita akan menjadi tumpul, dan kehilangan dayaguna (efektifitas).
Jadi, mulailah dari sekarang.
Pikirkan cara-cara yang membuat anda bisa melakukan pekerjaan lebih efektif, dan menambahkan nilai pada apa pun yang anda kerjakan.




Kristianto Kentunk De Co'x

Sabtu, 14 Agustus 2010

Faktor Keberhasilan

Dari satu artikel yang di dapat dari milis mungkin berguna bagi kita yang ingin mendapatkan keberhasilan dalam berusaha dan di kehidupan.














Jika kita memiliki huruf-huruf yang terdapat dalam alfabet dan tiap-tiap huruf tersebut memiliki nilai :

A – B – C – D – E – F – G – H – I – J  -  K  -  L  -  M  -  N  -  O  -  P  -  Q  -  R  -  S  -  T   -  U  -  V  -  W  -  X  -  Y  -  Z

1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 7 – 8 – 9 – 10 – 11 – 12 – 13 – 14 – 15 – 16 – 17 – 18 – 19 – 20 – 21 – 22 – 23 – 24 – 25 – 26

Kemudian dihitung dengan kalimat yang merupakan modal kita dalam bekerja atau berusaha, maka hasilnya

H – A – R  -  D  – W  -  O  -  R  -  K  ( kerjakeras )
8     1   18    4     23    15   18     11 = 98%

K  -  N  -  O  -  W  -  L  -  E  -  D  -  G – E ( pengetahuan )
11    14    15    23    12    5      4     7     5 = 96%

L  -  O  – B – B – Y – I – N  – G ( pendekatan )
12  15    2   2   25   9  14    7 = 86%

L  -  U  – C – K ( keberuntungan )
12  21    3    11 = 47%

Ternyata ada yang lebih penting dari hal-hal itu semua yaitu

A – T  -  T – I  -  T  – U  – D – E ( sikap/tingkah laku )
1   20   20  9   20  21    4     5 = 100%

Nah ternyata rumus yang dipake tadi berlaku juga di Indonesia kalau kita ubah kata-kata tersebut ke dalam bahasa Indonesia tapi hasilnya jadi begini
G – I – G – I – H (HARDWORK)
7   9   7    9   8 = 40%

I – L – M – U (Knowledge)
9  12  13   21 = 55%

L – O – B – I (Lobbying)
12 15  2   9 = 38%

M – U – J – U – R (Luck)
13  21  10 21 18 = 83%

S – I – K – A – P (Attitude)
19 9  11   1   16 = 46%

Hebatnya jika kita melakukan yang satu ini maka hasil yang didapat lebih dari maksimal

K – O – R – U – P – S – I
11 15 18   21 16 19  9 = 109 %

Ternyata untuk di Indonesia modal dari sebuah keberhasilan dan kesuksesan yang terbesar adalah dari KORUPSI berbeda jauh dengan yang dipercaya banyak orang di dunia yaitu ATTITUDE sebagai modal keberhasilan.

Memodifikasi Diri Menuju Sukses

MEMODIFIKASI diri, perlu dan wajib dilakukan agar perjalanan menuju kesuksesan impian yang hendak diraih tidak hanya angan-angan belaka, namun terwujud dan jadi kenyataan ­( dreams come true ).

LIVE
”Sukses adalah keberhasilan yang kamu capai di dalam menggunakan talenta-talenta yang telah Tuhan berikan kepada kamu.” Rick DeVos.
' Kegagalan merupakan suatu KESUKSESAN yang tertuda 'Albert Einstein.

LEARN
Tanpa banyak basa-basi, ini dia langkah-langkah yang wajib kamu tempuh untuk memodifikasi diri: 




1. Check up diri.
Periksa segala kesiapan ‘kendaraan‘ (baca: diri) kamu, mulai dari mesin, roda, kabel, elektrikal, spion, minyak dan lain sebagainya. Ketika hendak berjalan meraih impian, baik itu berupa karier, popularitas, uang, harta, maupun kesehatan, sering kita tak memeriksa kesiapan diri secara internal. Ini perlu dilakukan agar kita bisa segera melakukan tune up di sana-sini agar di tengah perjalanan meraih impian tadi, kita nggak mendapatkan halangan dan berhenti mendadak.

Beberapa pertanyaan berikut bisa kita lontarkan pada diri sendiri untuk melakukan check up internal yakni:
• Siapkah saya menghadapi proses jatuh bangun dalam mengejar impian saya?
• Adakah halangan yang bisa membelenggu diri saya?
• Kenapa saya harus mencapai impian saya?
• Usaha apa yang bisa saya lakukan agar tetap bersemangat mengejar impian?
• Sudahkah saya berdamai dengan diri saya sendiri?
Dengan menjawab daftar pertanyaan di atas, pastilah membuat kita sadar akan kelemahan dan kekuatan kita sehingga memudahkan dalam melakukan penyesuaian ( adjustment ) diri.

2. Analisis diri ala SWOT (Strength, Weakness, Opportunities & Threats).
Masih menyambung bagian check up diri, sekarang kita menganalisis diri. Bagian mana yang masih sangat bagus dipertahankan, diperkencang, dan parts yang rusak, keropos, atau aus harus segera diganti. Ini mirip dengan keadaan diri kita. Dengan memperkencang bagian yang masih sangat bagus, artinya kita menyadari adanya kekuatan diri ( strength ) dan membangkitkan potensi terpendam dari dalam diri kita. Ibarat sebongkah gunung es yang hanya 1/5 bagian terlihat di permukaan laut, demikianlah potensi diri yang 4/5 bagiannya masih belum dieksplorasi lebih dalam. Mengganti bagian yang rusak, keropos dan aus adalah bagian dari menyadari kelemahan diri. Termasuk dalam bagian ini, keluarlah dari comfort zone yang akhirnya membelenggu kita sehingga kita tak bisa maju.

Analisis lain yang tak kalah pentingnya adalah peluang dan risiko. Life is a choice, hidup ini adalah pilihan menjadi moto kehidupan saya sendiri (penulis-red). Kita dihadapkan pada pilihan, ibarat sekeping uang logam. Jika lebih condong kepada risiko maka kita tak akan melihat peluang. Jangan heran ketakutan, rasa malu, minder, malas serta penolakan jadi batu sandungan terbesar yang akan mengakibatkan kita jatuh dan berhenti di tengah perjalanan.

3. Menentukan arah.
Dalam memodifikasi setir, dilakukan pemilihan sesuai dengan kenyamanan. Menentukan arah dalam meraih impian juga harus disesuaikan dengan berbagai faktor selain kenyamanan, masa depan, waktu dan tren yang ada. Pengkajian ulang dibutuhkan agar penentuan arah dalam mencapai impian tak jadi kaku. Misalnya saja masa sekarang, banyak orang yang berlomba menjadi entrepreneur daripada sekadar jadi pegawai swasta. Yang penting kita bisa menyesuaikan diri. Tak perlu malu atau sungkan jika terkadang mendapati seorang yang mengantongi ijazah Teknik Sipil harus terjun jadi pengusaha tambak udang dan lain sebagainya.

4. Fokus n‘ konsentrasi.
Bagian lampu sebagai penerang bagi kendaraan tak kalah pentingnya dalam berjalan, terutama di dalam kegelapan. Memilih bola lampu dengan kekuatan cahaya yang tepat akan memudahkan perjalanan. Meraih impian menuntut kita fokus dan konsentrasi agar tak sampai terjerembab ke dalam lubang. Masih ingat dengan eksperimen menggunakan kaca pembesar saat di bangku SD dulu? Persis, jika kita fokus dan konsentrasikan ke sinar matahari maka akan dapat membakar kertas atau daun. Demikianlah impian kita juga akan jadi kenyataan kalau kita tak hanya sekadar menjalaninya namun berusaha keras, konsentrasi, dan berkomitmen!

5. Kecepatan plus ketelitian.
Speedometer yang trendi dan akurat akan menunjukkan sampai di mana kendaraan kita berada dan pada kecepatan berapa kita berjalan. Ini membuat kita dapat memrediksi berapa persen kita telah berjalan dan berapa lama lagi kita akan tiba di tempat tujuan. Punya hasrat yang membara ( passion ) dalam mengejar impian membuat kita bekerja, berusaha keras untuk mencapainya. Namun banyak orang yang tak bisa mengukur kecepatannya sendiri. Terlalu cepat atau terlalu lambat pun jelas akan mengakibatkan hal yang fatal seperti kelewatan atau terlalu lama. Untuk itu, solusi yang dituangkan dalam action plan a.k.a rencana kerja akan sangat membantu dalam mengukur kecepatan dan bisa menjadi panduan kita. Cepat namun tak teliti juga akan menjadi sandungan dalam memodifikasi diri mencapai impian.

6. Smarty goal: Knowing your destination is half of the journey. Mengetahui impian yang hendak diraih berarti kita telah menyelesaikan separuh dari perjalanan menuju impian tersebut. Untuk itu kita harus menyiapkan goal yang memenuhi kaidah SMARTY yakni:
• S pesific: khusus, detail
• M easureable: dapat diukur
• A chieveable: dapat dicapai
• R ealistic: realistis
• T ime bound: ada batasan waktu
• Y ielded: bernilai, mulia.

Rabu, 11 Agustus 2010

Karakter Seorang Pemimpin


Dalam bahasa Indonesia "pemimpin" sering disebut penghulu, pemuka, pelopor, pembina, panutan, pembimbing, pengurus, penggerak, ketua, kepala, penuntun, raja, tua-tua, dan sebagainya. Sedangkan istilah Memimpin digunakan dalam konteks hasil penggunaan peran seseorang berkaitan dengan kemampuannya mempengaruhi orang lain dengan berbagai cara.

Istilah pemimpin, kemimpinan, dan memimpin pada mulanya berasal dari kata dasar yang
sama "pimpin". Namun demikian ketiganya digunakan dalam konteks yang berbeda.

Pemimpin adalah suatu lakon/peran dalam sistem tertentu; karenanya seseorang dalam peran formal belum tentu memiliki ketrampilan kepemimpinan dan belum tentu mampu memimpin. Istilah Kepemimpinan pada dasarnya berhubungan dengan ketrampilan, kecakapan, dan tingkat pengaruh yang dimiliki seseorang; oleh sebab itu kepemimpinan bisa dimiliki oleh orang yang bukan "pemimpin".


Arti pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan, khususnya kecakapan/ kelebihan di satu bidang sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi pencapaian satu atau beberapa tujuan. Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan - khususnya kecakapan-kelebihan di satu bidang , sehingga dia mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk pencapaian satu beberapa tujuan. (Kartini Kartono, 1994 : 181).

Pemimpin jika dialihbahasakan ke bahasa Inggris menjadi "LEADER", yang mempunyai tugas untuk me-LEAD anggota disekitarnya. Sedangkan makna LEAD adalah :

o Loyality, seorang pemimpin harus mampu membagnkitkan loyalitas rekan kerjanya dan
memberikan loyalitasnya dalam kebaikan.
o Educate, seorang pemimpin mampu untuk mengedukasi rekan-rekannya dan mewariskan
tacit knowledge pada rekan-rekannya.
o Advice, memberikan saran dan nasehat dari permasalahan yang ada
o Discipline, memberikan keteladanan dalam berdisiplin dan menegakkan kedisiplinan
dalam setiap aktivitasnya.

Tugas Pemimpin

Menurut James A.F Stonen, tugas utama seorang pemimpin adalah:
1. Pemimpin bekerja dengan orang lain : Seorang pemimpin bertanggung jawab untuk bekerja dengan orang lain, salah satu dengan atasannya, staf, teman sekerja atau atasan lain dalam organjsasi sebaik orang diluar organisasi.

2. Pemimpin adalah tanggung jawab dan mempertanggungjawabkan (akontabilitas): Seorang pemimpin bertanggungjawab untuk menyusun tugas menjalankan tugas, mengadakan evaluasi, untuk mencapai outcome yang terbaik. Pemimpin bertanggung jawab untuk kesuksesan stafhya tanpa kegagalan.

3. Pemimpin menyeimbangkan pencapaian tujuan dan prioritas : Proses kepemimpinan dibatasi sumber, jadi pemimpin hanya dapat menyusun tugas dengan mendahulukan prioritas. Dalam upaya pencapaian tujuan pemimpin harus dapat mendelegasikan tugas- tugasnya kepada staf. Kemudian pemimpin harus dapat mengatur waktu secara efektif,dan menyelesaikan masalah secara efektif.

4. Pemimpin harus berpikir secara analitis dan konseptual : Seorang pemimpin harus menjadi seorang pemikir yang analitis dan konseptual. Selanjutnya dapat mengidentifikasi masalah dengan akurat. Pemimpin harus dapat menguraikan seluruh pekerjaan menjadf lebih jelas dan kaitannya dengan pekerjaan lain.

5. Manajer adalah forcing mediator : Konflik selalu terjadi pada setiap tim dan organisasi. Oleh karena itu, pemimpin harus dapat menjadi seorang mediator (penengah).

6. Pemimpin adalah politisi dan diplomat: Seorang pemimpin harus mampu mengajak dan melakukan kompromi. Sebagai seorang diplomat, seorang pemimpin harus dapat mewakili tim atau organisasinya.

7. Pemimpin membuat keputusan yang sulit : Seorang pemimpin harus dapat memecahkan masalah.

Menurut Henry Mintzberg, Peran Pemimpin adalah :

1. Peran huhungan antar perorangan, dalam kasus ini fungsinya sebagai pemimpin yang dicontoh, pembangun tim, pelatih, direktur, mentor konsultasi.
2. Fungsi Peran informal sebagai monitor, penyebar informasi dan juru bicara.
3. Peran Pembuat keputusan, berfungsi sebagai pengusaha, penanganan gangguan, sumber alokasi, dan negosiator.

Kriteria Seorang Pemimpin

Pimpinan yang dapat dikatakan sebagai pemimpin setidaknya memenuhi beberapa kriteria,yaitu :
1. Pengaruh : Seorang pemimpin adalah seorang yang memiliki orang-orang yang mendukungnya yang turut membesarkan nama sang pimpinan. Pengaruh ini menjadikan sang pemimpin diikuti dan membuat orang lain tunduk pada apa yang dikatakan sang pemimpin. John C. Maxwell, penulis buku-buku kepemimpinan pernah berkata: Leadership is Influence (Kepemimpinan adalah soal pengaruh). Mother Teresa dan Lady Diana adalah contoh kriteria seorang pemimpin yang punya pengaruh.

2. Kekuasaan/power : Seorang pemimpin umumnya diikuti oleh orang lain karena dia memiliki kekuasaan/power yang membuat orang lain menghargai keberadaannya. Tanpa kekuasaan atau kekuatan yang dimiliki sang pemimpin, tentunya tidak ada orang yang mau menjadi pendukungnya. Kekuasaan/kekuatan yang dimiliki sang pemimpin ini menjadikan orang lain akan tergantung pada apa yang dimiliki sang pemimpin, tanpa itu mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Hubungan ini menjadikan hubungan yang bersifat simbiosis mutualisme, dimana kedua belah pihak sama-sama saling diuntungkan.

3. Wewenang : Wewenang di sini dapat diartikan sebagai hak yang diberikan kepada pemimpin untuk menenetapkan sebuah keputusan dalam melaksanakan suatu hal/kebijakan. Wewenang di sini juga dapat dialihkan kepada bawahan oleh pimpinan apabila sang pemimpin percaya bahwa bawahan tersebut mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan baik, sehingga bawahan diberi kepercayaan untuk melaksanakan tanpa perlu campur tangan dari sang pemimpin.

4. Pengikut : Seorang pemimpin yang memiliki pengaruh, kekuasaaan/power, dan wewenang tidak dapat dikatakan sebagai pemimpin apabila dia tidak memiliki pengikut yang berada di belakangnya yang memberi dukungan dan mengikuti apa yang dikatakan sang pemimpin. Tanpa adanya pengikut maka pemimpin tidak akan ada. Pemimpin dan pengikut adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dan tidak dapat berdiri sendiri.

Empat Kriteria Pemimpin Sejati yaitu:

1. Visioner: Punyai tujuan pasti dan jelas serta tahu kemana akan membawa para pengikutnya. Tujuan Hidup Anda adalah Poros Hidup Anda. Andy Stanley dalam bukunya Visioneering, melihat pemimpin yang punya visi dan arah yang jelas, kemungkinan berhasil/sukses lebih besar daripada mereka yang hanya menjalankan sebuah kepemimpinan.

2. Sukses Bersama: Membawa sebanyak mungkin pengikutnya untuk sukses bersamanya. Pemimpin sejati bukanlah mencari sukses atau keuntungan hanya bag) dirinya sendiri, namun ia tidak kuatir dan takut serta malah terbuka untuk mendorong orang-orang yang dipimpin bersama-sama dirinya meraih kesuksesan bersama.

3. Mau Terus Menerus Belajar dan Diajar (Teachable and Learn continuous): Banyak hal yang harus dipela ari oleh seorang pemimpin jika ia mau terus survive sebagai pemimpin dan dihargai oleh para pengikutnya. Punya hati yang mau diajar baik oleh pemimpin lain ataupun bawahan dan belajar dari pengalaman-diri dan orang-orang lain adalah penting bagi seorang Pemimpin. Memperlengkapi diri dengan buku-buku bermutu dan bacaan/bahan yang positif juga bergaul akrab dengan para Pemimpin akan mendorong Skill kepemimpinan akan meningkat.

4. Mempersiapkan Calon-calon Pemimpin Masa depan: Pemimpin Sejati bukanlah orang yang hanya menikmati dan melaksanakan kepemimpinannya seorang diri bagi generasi atau saat dia memimpin saja. Namun, lebih dari itu, dia adalah seorang yang visioner yang mempersiapkan pemimpin berikutnya untuk regenerasi di masa depan. Pemimpin yang mempersiapkan pemimpin berikutnya barulah dapat disebut seorang Pemimpin Sejati. Di bidang apapun dalam berbagai aspek kehidupan ini, seorang Pemimpin sejati pasti dikatakan Sukses jika ia mampu menelorkan para pemimpin muda lainnya.

Persyaratan Pemimpin dalam Berbagai Agama

Di dalam Islam seorang pemimpin haruslah mempunyai sifat:

1. Shiddiq artinya jujur, benar, berintegritas tinggi dan terjaga dari kesalahan
2. Fathonah artinya jerdas, memiliki intelektualitas tinggi dan professional
3. Amanah artinya dapat dipercaya, memiliki legitimasi dan akuntabel
4. Tabligh artinya senantiasa menyammpaikan risalah kebenaran, tidak pernah menyembunyikan apa yang wajib disampaikan, dan komunikatif.

Di dalam Alkitab peminipin harus mempunya sifat dasar :

Bertanggung jawab, Berorientasi pada sasaran, Tegas, Cakap, Bertumbuh, Memberi Teladan, Dapat membangkitkan semangat, Jujur, Setia, Murah hati, Rendah hati, Efisien, Memperhatikan, Mampu berkomunikasi, Dapat mempersatukan, serta Dapat mengajak.

Pada ajaran Budha di kenal dengan DASA RAJA DHAMMA yang terdiri dari :

• DHANA (suka menolong, tidak kikir dan ramah tamah),
• SILA (bermoralitas tinggi),
• PARICAGA Imengorban segala sesuatu demi rakyat),
• AJJAVA (jujur dan bersih),
• MADDAVA (ramah tamah dan sopan santun),
• TAPA (sederhana dalam penghidupan),
• AKKHODA (bebas dari kebencian dan permusuhan),
• AVIHIMSA (tanpa kekerasan)
• KHANTI (sabar, rendah hati, dan pemaaf),
• AVIRODHA (tidak menentang dan tidak menghalang-halangi).

Pada ajaran Hindu, falsafah kepemimpinan dijelaskan dengan istilah-istilah:

• PANCA STITI DHARMENG PRABHU yang artinya lima ajaran seorang pemimpin,
• CATUR KOTAMANING NREPATI yang artinya empat sifat utama seorang pemimpin
• ASTA BRATlA yang artinya delapan sifat mulia para dewa,

CATUR NAYA SANDHI yang artinya empat tindakan seorang pemimpin, Dalam
Catur Naya Shandi pemimpin harus mempunyai sifat yaitu :
- SAMA /dapat menandingi kekuatan musuh
- BHEDA /dapat melaksanakan tata tertib dan disiplin kerja
- DHANA /dapat mengutamakan sandang dan papan untuk rakyat
- DANDHA / dapat menghukum dengan adil mereka yang bersalah.

Trait Theory (Keith Davis)

Ciri Utama Pemimpin Yang Berhasil

• Intelegensia
• Kematangan Sosial
• Inner Motivation
• Human Relation Attitude

Ciri-Ciri Pemimpin Sukses ( Stogdill; 1974)

• Adaptable To Situations
• Alert To Social Environment
• Ambitious And Achievement Oriented
• Assertive
• Cooperative
• Decisive
• Dependable
• Dominant (Desire To Influence Others)
• Energetic (High Activity Level)
• Persistent
. Self-Confident
• Tolerant Of Stress
• Willing To Assujne Responsibility

Skills Pemimpin Sukses (Stogdill; 1974)

. Clever
. Conceptually Skilled
• Creative
• Diplomatic And Tactful
• Fluent In Speaking
• Knowledgeable About Group Task
• Organized (Administrative Ability)
• Persuasive
• Socially Skilled

Pengertian Kepemimpinan

Dalam suatu organisasi kepemimpinan merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi. Kepemimpinan merupakan titik sentral dan penentu kebijakan dari kegiatan yang akan dilaksanakan dalam organisasi.

Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi perilaku orang lain agar supaya mereka mau diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu (Thoha, 1983:123). Sedangkan menurut Robbins (2002:163) Kepemimpian adalah kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok untuk mencapai tujuan.

Sedangkan menurut Ngalim Purwanto (1991:26) Kepemimpinan adalah sekumpulan dari serangkaian kemampuan dan sifat-sifat kepribadian, termasuk didalamnya kewibawaan untuk dijadikan sebagai sarana dalam rangka meyakinkan yang dipimpinnya agar mereka mau dan dapat melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dengan rela, penuh semangat, ada kegembiraan batin, serta merasa tidak terpaksa.

Dari pengertian diatas kepemimpinan mengandung beberapa unsur pokok antara lain:

1) kepemimpinan melibatkan orang lain dan adanya situasi kelompok atau organisasi tempat pemimpin dan anggotanya berinteraksi,
2) di dalam kepemimpinan terjadi pembagian kekuasaan dan proses mempengaruhi bawahan oleh pemimpin, dan
3) adanya tujuan bersama yang harus dicapai.

Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi perilaku seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu pada situasi tertentu.

Beberapa pendapat ahli mengenai definisi Kepemimipinan :

1. Menurut John Piffner, Kepemimpinan merupakan seni dalam mengkoordinasikan dan
mengarahkan individu atau kelompok untuk mencapai suatu tujuan yang dikehendaki
(H. Abu Ahmadi, 1999:124-125)

2. Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu
(Tannebaum, Weschler and Nassarik, 1961, 24).

3. Kepemimpinan adalah suatu proses yang memberi arti (penuh arti Kepemimpinan) pada kerjasama dan dihasilkan dengan kemauan untuk memimpin dalam mencapai tujuan
(Jacobs & Jacques, 1990, 281)

4. Kepemimpinan merupakan suatu kemampuan, proses, atau fungsi pada umumnya untuk mempengaruhi orang-orang agar berbuat sesuatu dalam rangka mencapai tujuan tertentu.
(Slamet, 2002: 29)

5. Kepemimpinan adalah sikap pribadi, yang memimpin pelaksanaan aktivitas untuk mencapai tujuan yang diinginkan. (Shared Goal, Hemhiel & Coons, 1957, 7)

6. Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas kelompok yang diatur untuk mencapai adalah pengaruh antar pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu .(Tannebaum, Weschler and Nassarik, 1961, 29)

7. Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi perilaku orang lain agar supaya mereka mau diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu (Thoha, 1983:123).

8. Kepemimpinan adalah sekumpulan dari serangkaian kemampuan dan sifat-sifat kepribadian, termasuk didalamnya kewibawaan, untuk dijadikan sebagai sarana dalam rangka meyakinkan yang dipimpinnya agar mereka mau dan dapat melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dengan rela, penuh semangat, ada kegembiraan batin, serta merasa tidak terpaksa. ( Ngalim Purwanto ,1991:26)

Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi perilaku Aeseorang atau sekelompok orang untuk meneapai tujuan tertentu pada situasi tertentu. Kepemimpinan merupakan masalah sosial yang di dalamnya terjadi interaksi antara pihak yang memimpin dengan pihak yang dipimpin untuk mencapai tujuan bersama, baik dengan cara mempengafuhi, membujuk, memotivasi dan mengkoordinasi.

Dari sini dapat dipahami bahwa tugas utatna seorang pemimpin dalam menjalankan kepemimpinannya tidak hanya terbatas pada kemampuannya dalam melaksanakan program-program saja, tetapi lebih dari itu yaitu pemimpin harus mempu melibatkan seluruh lapisan organisasinya, anggotanya atau masyarakatnya untuk ikut berperan aktif sehingga mereka mampu memberikan kontribusi yang posetif dalam usaha mencapai tujuan.

Faktor-faktor penting yang terdapat dalam pengertian kepemimpinan:

1. Pendayagunaan Pengaruh
2. Hubungan Antar Manusia
3. Proses Komunikasi dan
4. Pencapaian Suatu Tujuan.

Unsur-Unsur Mendasar

Unsur-unsur yang mendasari kepemimpinan dari defmisi-defmisi yang dikemukakan di atas, adalah:
1. Kemampuan mempengaruhi orang lain (kelompok/bawahan).
2. Kemampuan mengarahkan atau memotivasi tingkah laku orang lain atau kelompok.
3. Adanya unsur kerja sama untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Prinsip-Prinsip Dasar Kepemimpinan

Karakteristik seorang pemimpin didasarkan kepada prinsip-prinsip (Stephen R. Coney) sebagai berikut:

1. Seorang yang belajar seumur hidup : Tidak hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga diluar sekolah. Contohnya, beJajar melalui membaca, menulis, observasi, dan mendengar. Mempunyai pengalaman yang baik maupun yang buruk sebagai sumber belajar.

2. Berorientasi pada pelayanan : Seorang pemimpin tidak dilayani tetapi melayani, sebab prinsip pemimpjn dengan prinsip melayani berdasarkan karir sebagai tujuan utama. Dalam memberi pelayanan, pemimpin seharusnya lebih berprinsip pada pelayanan yang baik.

3. Membawa energi yang positif : Setiap orang mempunyai energi dan semangat. Menggunakan energi yang positif didasarkan pada keikhlasan dan keinginan mendukung kesuksesan orang lain. Untuk itu dibutuhkan energi positif untuk membangun hubungan baik. Seorang pemimpin hams dapat dan mau bekerja untuk jangka waktu yang lama dan kondisi tidak ditentukan. Oleh karena itu, seorang pemimpin haras dapat menunjukkan energi yang positif, seperti;

a. Percaya pada orang lain : Seorang pemimpin mempercayai orang lain termasuk staf bawahannya, sehingga mereka mempunyai motivasi dan mempertahankan pekerjaan yang baik. Oleh karena itu, kepercayaan harus diikuti dengan kepedulian.

b. Keseimbangan dalam kehidupan : Seorang pemimpin haras dapat menyeimbangkan tugasnya. Berorientasi kepada prinsip kemanusiaan dan keseimbangan diri antara kerja dan olah raga, istirahat dan rekreasi. Keseimbangan juga berarti seimbang antara kehidupan dunia dan akherat.

c. Melihat kehidupan sebagai tantangan : Kata 'tantangan' sering diinterpretasikan negatif. Dalam hal ini tantangan berarti kemampuan untuk menikmati hidup dan segala konsekuensinya. Sebab kehidupan adalah suatu tantangan yang dibutuhkan, mempunyai rasa aman yang datang dari dalam diri sendiri. Rasa aman tergantung pada inisiatif, ketrampilan, kreatifitas, kemauan, keberanian, dinamisasi dan kebebasan.

d. Sinergi : Orang yang berprinsip senantiasa hidup dalam sinergi dan satu katalis perubahan, Mereka selalu mengatasi kelemahannya sendiri dan lainnya. Sinergi adalah kerja kelompok dan memberi keuntungan kedua belah pihak. Menurut The New Brolier Webster International Dictionary, Sinergi adalah satu kerja kelompok, yang mana memberi hasil lebih efektif dari pada bekerja secara perorangan. Seorang pemimpin harus dapat bersinergis dengan setiap orang, atasan, staf, teman sekerja.

e. Latihan mengembangkan diri sendiri : Seorang pemimpin harus dapat memperbaharui diri sendiri untuk mencapai keberhasilan yang tinggi. Jadi dia tidak hanya berorientasi pada proses. Proses dalam mengembangkan diri terdiri dari beberapa komponen yang berhubungan dengan:

1) pemahaman materi;
2) memperluas materi melalui belajar dan pengalaman;
3) mengajar materi kepada orang lain;
4) mengaplikasikan prinsip-prinsip;
5) memonitoring hasil;
6) merefleksikan kepada hasil;
7) menambahkan pengetahuan baru yang diperlukan materi;
8) pemahaman baru; dan
9) kembali menjadi diri sendiri lagi.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by KD SOLUTION | Bloggerized by KSN - Premium Blogger Themes | Yakin Usaha Sampai