MEMODIFIKASI diri, perlu dan wajib dilakukan agar perjalanan menuju kesuksesan impian yang hendak diraih tidak hanya angan-angan belaka, namun terwujud dan jadi kenyataan ( dreams come true ).
LIVE
”Sukses adalah keberhasilan yang kamu capai di dalam menggunakan talenta-talenta yang telah Tuhan berikan kepada kamu.” Rick DeVos.
LIVE
”Sukses adalah keberhasilan yang kamu capai di dalam menggunakan talenta-talenta yang telah Tuhan berikan kepada kamu.” Rick DeVos.
' Kegagalan merupakan suatu KESUKSESAN yang tertuda 'Albert Einstein.
LEARN
Tanpa banyak basa-basi, ini dia langkah-langkah yang wajib kamu tempuh untuk memodifikasi diri:
1. Check up diri.
Periksa segala kesiapan ‘kendaraan‘ (baca: diri) kamu, mulai dari mesin, roda, kabel, elektrikal, spion, minyak dan lain sebagainya. Ketika hendak berjalan meraih impian, baik itu berupa karier, popularitas, uang, harta, maupun kesehatan, sering kita tak memeriksa kesiapan diri secara internal. Ini perlu dilakukan agar kita bisa segera melakukan tune up di sana-sini agar di tengah perjalanan meraih impian tadi, kita nggak mendapatkan halangan dan berhenti mendadak.
Beberapa pertanyaan berikut bisa kita lontarkan pada diri sendiri untuk melakukan check up internal yakni:
• Siapkah saya menghadapi proses jatuh bangun dalam mengejar impian saya?
• Adakah halangan yang bisa membelenggu diri saya?
• Kenapa saya harus mencapai impian saya?
• Usaha apa yang bisa saya lakukan agar tetap bersemangat mengejar impian?
• Sudahkah saya berdamai dengan diri saya sendiri?
Dengan menjawab daftar pertanyaan di atas, pastilah membuat kita sadar akan kelemahan dan kekuatan kita sehingga memudahkan dalam melakukan penyesuaian ( adjustment ) diri.
2. Analisis diri ala SWOT (Strength, Weakness, Opportunities & Threats).
Masih menyambung bagian check up diri, sekarang kita menganalisis diri. Bagian mana yang masih sangat bagus dipertahankan, diperkencang, dan parts yang rusak, keropos, atau aus harus segera diganti. Ini mirip dengan keadaan diri kita. Dengan memperkencang bagian yang masih sangat bagus, artinya kita menyadari adanya kekuatan diri ( strength ) dan membangkitkan potensi terpendam dari dalam diri kita. Ibarat sebongkah gunung es yang hanya 1/5 bagian terlihat di permukaan laut, demikianlah potensi diri yang 4/5 bagiannya masih belum dieksplorasi lebih dalam. Mengganti bagian yang rusak, keropos dan aus adalah bagian dari menyadari kelemahan diri. Termasuk dalam bagian ini, keluarlah dari comfort zone yang akhirnya membelenggu kita sehingga kita tak bisa maju.
Analisis lain yang tak kalah pentingnya adalah peluang dan risiko. Life is a choice, hidup ini adalah pilihan menjadi moto kehidupan saya sendiri (penulis-red). Kita dihadapkan pada pilihan, ibarat sekeping uang logam. Jika lebih condong kepada risiko maka kita tak akan melihat peluang. Jangan heran ketakutan, rasa malu, minder, malas serta penolakan jadi batu sandungan terbesar yang akan mengakibatkan kita jatuh dan berhenti di tengah perjalanan.
3. Menentukan arah.
Dalam memodifikasi setir, dilakukan pemilihan sesuai dengan kenyamanan. Menentukan arah dalam meraih impian juga harus disesuaikan dengan berbagai faktor selain kenyamanan, masa depan, waktu dan tren yang ada. Pengkajian ulang dibutuhkan agar penentuan arah dalam mencapai impian tak jadi kaku. Misalnya saja masa sekarang, banyak orang yang berlomba menjadi entrepreneur daripada sekadar jadi pegawai swasta. Yang penting kita bisa menyesuaikan diri. Tak perlu malu atau sungkan jika terkadang mendapati seorang yang mengantongi ijazah Teknik Sipil harus terjun jadi pengusaha tambak udang dan lain sebagainya.
4. Fokus n‘ konsentrasi.
Bagian lampu sebagai penerang bagi kendaraan tak kalah pentingnya dalam berjalan, terutama di dalam kegelapan. Memilih bola lampu dengan kekuatan cahaya yang tepat akan memudahkan perjalanan. Meraih impian menuntut kita fokus dan konsentrasi agar tak sampai terjerembab ke dalam lubang. Masih ingat dengan eksperimen menggunakan kaca pembesar saat di bangku SD dulu? Persis, jika kita fokus dan konsentrasikan ke sinar matahari maka akan dapat membakar kertas atau daun. Demikianlah impian kita juga akan jadi kenyataan kalau kita tak hanya sekadar menjalaninya namun berusaha keras, konsentrasi, dan berkomitmen!
5. Kecepatan plus ketelitian.
Speedometer yang trendi dan akurat akan menunjukkan sampai di mana kendaraan kita berada dan pada kecepatan berapa kita berjalan. Ini membuat kita dapat memrediksi berapa persen kita telah berjalan dan berapa lama lagi kita akan tiba di tempat tujuan. Punya hasrat yang membara ( passion ) dalam mengejar impian membuat kita bekerja, berusaha keras untuk mencapainya. Namun banyak orang yang tak bisa mengukur kecepatannya sendiri. Terlalu cepat atau terlalu lambat pun jelas akan mengakibatkan hal yang fatal seperti kelewatan atau terlalu lama. Untuk itu, solusi yang dituangkan dalam action plan a.k.a rencana kerja akan sangat membantu dalam mengukur kecepatan dan bisa menjadi panduan kita. Cepat namun tak teliti juga akan menjadi sandungan dalam memodifikasi diri mencapai impian.
6. Smarty goal: Knowing your destination is half of the journey. Mengetahui impian yang hendak diraih berarti kita telah menyelesaikan separuh dari perjalanan menuju impian tersebut. Untuk itu kita harus menyiapkan goal yang memenuhi kaidah SMARTY yakni:
• S pesific: khusus, detail
• M easureable: dapat diukur
• A chieveable: dapat dicapai
• R ealistic: realistis
• T ime bound: ada batasan waktu
• Y ielded: bernilai, mulia.
Periksa segala kesiapan ‘kendaraan‘ (baca: diri) kamu, mulai dari mesin, roda, kabel, elektrikal, spion, minyak dan lain sebagainya. Ketika hendak berjalan meraih impian, baik itu berupa karier, popularitas, uang, harta, maupun kesehatan, sering kita tak memeriksa kesiapan diri secara internal. Ini perlu dilakukan agar kita bisa segera melakukan tune up di sana-sini agar di tengah perjalanan meraih impian tadi, kita nggak mendapatkan halangan dan berhenti mendadak.
Beberapa pertanyaan berikut bisa kita lontarkan pada diri sendiri untuk melakukan check up internal yakni:
• Siapkah saya menghadapi proses jatuh bangun dalam mengejar impian saya?
• Adakah halangan yang bisa membelenggu diri saya?
• Kenapa saya harus mencapai impian saya?
• Usaha apa yang bisa saya lakukan agar tetap bersemangat mengejar impian?
• Sudahkah saya berdamai dengan diri saya sendiri?
Dengan menjawab daftar pertanyaan di atas, pastilah membuat kita sadar akan kelemahan dan kekuatan kita sehingga memudahkan dalam melakukan penyesuaian ( adjustment ) diri.
2. Analisis diri ala SWOT (Strength, Weakness, Opportunities & Threats).
Masih menyambung bagian check up diri, sekarang kita menganalisis diri. Bagian mana yang masih sangat bagus dipertahankan, diperkencang, dan parts yang rusak, keropos, atau aus harus segera diganti. Ini mirip dengan keadaan diri kita. Dengan memperkencang bagian yang masih sangat bagus, artinya kita menyadari adanya kekuatan diri ( strength ) dan membangkitkan potensi terpendam dari dalam diri kita. Ibarat sebongkah gunung es yang hanya 1/5 bagian terlihat di permukaan laut, demikianlah potensi diri yang 4/5 bagiannya masih belum dieksplorasi lebih dalam. Mengganti bagian yang rusak, keropos dan aus adalah bagian dari menyadari kelemahan diri. Termasuk dalam bagian ini, keluarlah dari comfort zone yang akhirnya membelenggu kita sehingga kita tak bisa maju.
Analisis lain yang tak kalah pentingnya adalah peluang dan risiko. Life is a choice, hidup ini adalah pilihan menjadi moto kehidupan saya sendiri (penulis-red). Kita dihadapkan pada pilihan, ibarat sekeping uang logam. Jika lebih condong kepada risiko maka kita tak akan melihat peluang. Jangan heran ketakutan, rasa malu, minder, malas serta penolakan jadi batu sandungan terbesar yang akan mengakibatkan kita jatuh dan berhenti di tengah perjalanan.
3. Menentukan arah.
Dalam memodifikasi setir, dilakukan pemilihan sesuai dengan kenyamanan. Menentukan arah dalam meraih impian juga harus disesuaikan dengan berbagai faktor selain kenyamanan, masa depan, waktu dan tren yang ada. Pengkajian ulang dibutuhkan agar penentuan arah dalam mencapai impian tak jadi kaku. Misalnya saja masa sekarang, banyak orang yang berlomba menjadi entrepreneur daripada sekadar jadi pegawai swasta. Yang penting kita bisa menyesuaikan diri. Tak perlu malu atau sungkan jika terkadang mendapati seorang yang mengantongi ijazah Teknik Sipil harus terjun jadi pengusaha tambak udang dan lain sebagainya.
4. Fokus n‘ konsentrasi.
Bagian lampu sebagai penerang bagi kendaraan tak kalah pentingnya dalam berjalan, terutama di dalam kegelapan. Memilih bola lampu dengan kekuatan cahaya yang tepat akan memudahkan perjalanan. Meraih impian menuntut kita fokus dan konsentrasi agar tak sampai terjerembab ke dalam lubang. Masih ingat dengan eksperimen menggunakan kaca pembesar saat di bangku SD dulu? Persis, jika kita fokus dan konsentrasikan ke sinar matahari maka akan dapat membakar kertas atau daun. Demikianlah impian kita juga akan jadi kenyataan kalau kita tak hanya sekadar menjalaninya namun berusaha keras, konsentrasi, dan berkomitmen!
5. Kecepatan plus ketelitian.
Speedometer yang trendi dan akurat akan menunjukkan sampai di mana kendaraan kita berada dan pada kecepatan berapa kita berjalan. Ini membuat kita dapat memrediksi berapa persen kita telah berjalan dan berapa lama lagi kita akan tiba di tempat tujuan. Punya hasrat yang membara ( passion ) dalam mengejar impian membuat kita bekerja, berusaha keras untuk mencapainya. Namun banyak orang yang tak bisa mengukur kecepatannya sendiri. Terlalu cepat atau terlalu lambat pun jelas akan mengakibatkan hal yang fatal seperti kelewatan atau terlalu lama. Untuk itu, solusi yang dituangkan dalam action plan a.k.a rencana kerja akan sangat membantu dalam mengukur kecepatan dan bisa menjadi panduan kita. Cepat namun tak teliti juga akan menjadi sandungan dalam memodifikasi diri mencapai impian.
6. Smarty goal: Knowing your destination is half of the journey. Mengetahui impian yang hendak diraih berarti kita telah menyelesaikan separuh dari perjalanan menuju impian tersebut. Untuk itu kita harus menyiapkan goal yang memenuhi kaidah SMARTY yakni:
• S pesific: khusus, detail
• M easureable: dapat diukur
• A chieveable: dapat dicapai
• R ealistic: realistis
• T ime bound: ada batasan waktu
• Y ielded: bernilai, mulia.
00.33.00
K



0 komentar:
Posting Komentar
Koment DonK... DiSini sih Bebas Bicara Ok... SOBAT
DIANJURKAN : Supaya Ke INDEX sama Google Gunakan Alamat Blog/Web Site Anda .
Mau SPAM : Kalo mau SPAM Ga papa... Tapi jangan cuma copypaste doank ya (pake kata2 dikit kee).
Oh Ya... Sekalian Di KLIK Iklannya Mungkin Bisa Bermanfaat Untuk Anda.
Attention Please : Ingat kebebasan ada di tangan kamu sendiri. Aku tidak memaksa kamu membaca postingan-postingan disini. Jadi jangan kirim KOMENTAR ngamuk-ngamuk OK.