MENGEMBALIKAN HMI SEBAGAI ANAK ZAMAN
(Refleksi Hasil Kongres HMI Ke XXVII)
Oleh : K.S. Nugroho
![]() |
| Semangat Aktivis HMI |
Hal tersebut merupakan tugas yang tak bisa dianggap ringan. Pasalnya, beberapa tahun terakhir, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sepertinya mengalami kepudaran pesonanya dan juga mengalami Impotensi gerakan. Baik itu gerakan parlemen jalanan maupun gerakan keintelektualan.
Padahal jika mengacu pada Statmen yang dinyatakan oleh Jendral Sudirman : “HMI adalah Harapan Masyarakat Indonesia”. Tak berlebihan kiranya apa yang dinyatakan oleh Jendral Sudirman. Hal ini dikarenakan HMI memang merupakan Kawah Candradimuka yang telah banyak memasok sumber daya manusia untuk bangsa Indonesia. Oleh karena itulah, guna tetap menjadi harapan masyarakat indonesia, HMI harus mempertahankan dan mengembalikan beberapa ciri khasnya.
Ø Semangat Keintelektualan
HMI di dirikan dengan komitmen utamanya untuk mempertahankan Negara RI dan mempertinggi derajat rakyat Indonesia serta menegakkan dan mengembangkan ajaran islam. Hal itulah yang kemudian melahirkan wawasan keislaman dan wawasan keindonesiaan dalam organisasi HMI.
Pada Tahun 60 an, Ciri khas intelektualitas HMI sangat nampak dengan gerakan pembaharuan dalam islam. Tokoh Nur Kholis Madjid menjadi ikon gerekan pembaharuan yang di usung oleh HMI. Kendatipun di lain pihak, terjadi benturan pemahaman antara Ahmad Wahib dengan limted gorupnya melawan Cak Nur, Endang saifuddin dkk. Sebagaimana kemudian terefleksi dalam kongres HMI ke IX di Malang (Mei 1969).
Ciri khas intelektualitas dengan wawasan keislaman dan kebangsaan tentunya tidak bisa dilepaskan dalam training-training formal ke HMI an. LK I (Basic Training), LK II (Intermediate Training) dan LK III (Edvance Training). Melalui pelatihan-pelatihan tersebut gagasan keislaman dan kebangsaan di transformasikan kepada kader-kader Himpunan Mahasiswa Islam.
Tentunya wawasan keislaman dan keindonesia, tidak hanya menjadi candu wacana dalam organisasi HMI. Dengan pijakan wawasan tersebut, organisasi HMI ikut berpartisipasi secara aktif dalam upaya menjaga bangsa Indonesia. Salah satu contohnya, Bentrok dengan PKI, Meskipun pembubaran HMI sebagai taruhannya tetap dilakukan oleh HMI pada peristiwa G 30 S PKI sebagai bukti cintanya HMI terhadap bangsa ini. Sedangkan Dalam ranah keislaman, gagasan-gagasan yang di usung oleh anak-anak HMI telah melahirkan sikap keagamaan islam Indonesia yang toleran dan plural meskipun akhir-akhir ini terancam dengan pemahaman-pemahaman keagamaan yang tekstual dan fundamental.
Ø Semangat Independensi.
Pasca Era Nur Kholis Madjid, Peta Gerakan HMI beralih menjadi gerakan politik. Adanya HMI Connection saat ini di DPR RI, menunjukkan bukti suksesnya kaderisasi. Dari birokrasi pemerintahan pusat sampai daerah, alumni-alumni HMI banyak mendominasi.
Setelah Akbar Tandjung, kini Ikon alumni HMI dalam ranah politik tersemat pada sosok Anas Urbaningrum (mantan ketua umum PB HMI) yang saat ini menjabat sebagai ketua umum Partai Demokrat. Namun, kendati alumni HMI banyak mendominasi di birokrasi pemerintah, kader-kader HMI tetap harus menjaga nilai independensi etis dan independensi organisatoris.
Kader-kader HMI harus tetap komitmen dengan kebenaran dan bersikap kritis terhadap kebijakan-kebijakan dan tingkah polah elite yang menyimpang, kendatipun itu alumninya.
Nilai-nilai Indepensi tersebut sebenaranya telah di ajarkan oleh pendiri HMI, Lafran Pane. Sejak mendirikan HMI hingga dipanggilnya beliau oleh yang Maha Kuasa, Lafran Pane tidak pernah berafiliasi dengan partai politik. Hal tersebut bukan mengindikasikan Lafran Pane tidak laku. Beberapa kali tawaran datang kepada beliau untuk menduduki posisi strategis di partai politik. Akan tetapi, tawaran tersebut di tolaknya untuk menjaga sikap independensinya sehingga dapat memberikan contoh kepada kader-kader HMI di era-era setelahnya. Oleh karena itulah, kader HMI yang tidak Independent. Dengan artian berafiliasi dengan partai politik ataupun elite Politik, kendatipun alumninya, selain merupakan pelanggaran konstitusional HMI juga telah melakukan pengkhianatan besar terhadap pendiri HMI, Lafran Pane.
Ø Tugas Kekinian di HMI
Dengan semangat intelektualitas dan Independensi, Sistem Kaderisasi di HMI harus dipilah-pilah. Ada yang intens di intelektualitas, sebagai gerakan pembaharuan jilid ke II, ada yang intens di politik, budaya, akademis dan ada yang Intens di marketing dll. Sebagaimana yang di diskripsikan oleh Arip Mustofa (ketua umum HMI periode 2008-2010) dalam sambutannya di kongres HMI yang ke XXVII, Wilayah pasar (Wirausaha) merupakan wilayah yang belum banyak terisi. Namun, hemat penulis peluang tersebut tetap harus disikapi dengan pemilahan dan orientasi kaderisasi sesuai dengan minat dan bakat kader-kadernya. Sehingga kader-kader HMI tidak semuanya di orientasikan pada wilayah wirausaha ataupun pada wilayah politik.
Menurut Antony Toynbee, Creative Minority tertuju pada Individu yang berani tampil ke depan menyelesaikan problematika Umat, bangsa, agama dan zamannya. Diharapkan Dengan adanya pemilahan kaderisasi muncul Creative Minority diberbagai profesi yang terlahir dari kawah candradimuka HMI.
Oleh karena itulah, Insan Cita HMI (insan akademis, insan pencipta, insan pengabdi, insan yang bertanggung jawab dan insan yang bernafaskan islam) harus menjadi individu yang termasuk dalam creative minority, bukan individu-individu yang memiliki kesadaran palsu (false conciusness). Bukan pula, Individu yang memiliki karakter membebek.
Semua itu tidak hanya tanggung jawab ketua umum PB HMI terpilih. Akan tetapi, seluruh fungsionaris keluarga besar HMI dan KAHMI harus berpartisipasi dan ikut bertanggung jawab dalam upaya merealisasikannya. Semoga!
*Aktivis HMI Cabang Ciputat Komisariat Pamulang, Aktif Sebagai KABID Penelitian, Pengembangan, dan Pemberdayaan Anggota Komisariat Pamulang serta Gubernur BEM Fakultas Teknik Universitas Pamulang.
Kristianto Kentunk De Co'x
04.36.00
K



1 komentar:
Anda dapat dari mana, opini ini. saya meragukan orisinilitas opini ini !
Posting Komentar
Koment DonK... DiSini sih Bebas Bicara Ok... SOBAT
DIANJURKAN : Supaya Ke INDEX sama Google Gunakan Alamat Blog/Web Site Anda .
Mau SPAM : Kalo mau SPAM Ga papa... Tapi jangan cuma copypaste doank ya (pake kata2 dikit kee).
Oh Ya... Sekalian Di KLIK Iklannya Mungkin Bisa Bermanfaat Untuk Anda.
Attention Please : Ingat kebebasan ada di tangan kamu sendiri. Aku tidak memaksa kamu membaca postingan-postingan disini. Jadi jangan kirim KOMENTAR ngamuk-ngamuk OK.